Pemeriksaan Darah Lengkap
Pemeriksaan darah lengkap adalah tes darah yang dilakukan untuk mengetahui jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam tubuh Anda. Jumlah sel darah dapat menggambarkan kondisi kesehatan Anda sehingga bisa membantu dokter dalam menentukan diagnosis dan pengobatan.
| Pemeriksaan Darah Lengkap* | ||
| 1 | Darah Lengkap | Rp 55,000 |
| 2 | HB | Rp 17,000 |
| 3 | Laju Endap Darah | Rp 30,000 |
| 4 | Leukosit | Rp 10,000 |
| 5 | Hitung Jenis Leukosit | Rp 10,000 |
| 6 | Eritrosit | Rp 8,000 |
| 7 | Trombosit | Rp 8,000 |
| 8 | HCT | Rp 8,000 |
| 9 | Blooding Time (BT) | Rp 10,000 |
| 10 | Clotting Time (CT) | Rp 10,000 |
| 11 | Retikulosit | Rp 20,000 |
| 12 | Malaria | Rp 50,000 |
| 13 | Golongan Darah | Rp 20,000 |
| 14 | Rhesus | Rp 20,000 |
* BERDASARKAN PERATURAN BUPATI PASER NOMOR 44 TAHUN 2023 TENTANG PENETAPAN TARIF PELAYANAN KESEHATAN PADA LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH.
Tujuan Dilakukannya Pemeriksaan Darah Lengkap
Pemeriksaan darah lengkap biasanya dilakukan bila dokter membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut setelah menanyakan gejala, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini juga sering dilakukan saat medical check-up.
Salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan, sekaligus mendeteksi lebih awal penyakit yang mungkin terjadi.
Pemeriksaan darah lengkap juga bisa dilakukan untuk memantau kondisi Anda, jika Anda sedang dalam pengobatan atau menderita penyakit yang bisa memengaruhi jumlah sel darah, misalnya demam berdarah.
Prosedur Pemeriksaan Darah Lengkap
Pemeriksaan darah dilakukan dengan cara mengambil darah dari pembuluh darah vena yang terletak dekat dengan permukaan kulit. Daerah yang paling sering dipilih adalah lipatan siku. Pengerjaan tes ini cukup mudah dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh perawat atau petugas laboratorium saat mengambil sampel darah untuk pemeriksaan darah lengkap:
- Membersihkan area kulit di lokasi pengambilan darah, menggunakan larutan antiseptik.
- Mengikatkan tali elastis pada bagian atas lokasi pengambilan darah, agar aliran darah terbendung di area tersebut.
- Memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah vena dan menyedot darah sejumlah yang dibutuhkan, lalu menampungnya di dalam tabung kecil.
- Menutup luka bekas tusukan jarum dengan perban.
- Menempelkan label berisi nama dan waktu pengambilan darah pada tabung penampung darah, lalu mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa.
Prosedur ini memang bisa terasa sedikit tidak nyaman, terutama ketika jarum menusuk kulit. Setelahnya, mungkin akan muncul sedikit memar di lokasi pengambilan darah.
